Hariini Dodi berulang tahun. Aku ingin memberikan sesuatu yang istimewa untuknya. Sesuatu yang bisa membuatnya bahagia dan memaafkan tingkah lakuku yang tak pantas selama ini. Hari ini akan kuserahkan seluruh cintaku padanya. Kan kuberikan sepenuh hatiku untuknya. Kan kubalas hari - hari menyakitkan yang dilaluinya dengan manisnya cinta.
Pesanhari ini. Perselingkuhan memang menyakitkan, tapi Allah mengajarkan mau memulihkan relasi-Nya dengan mengampuni dan menaruh perjanjian-Nya yang baru secara personal di hati kita masing-masing. Yesus ada di dalam hati kita sebagai "Perjanjian yang Baru", untuk tidak lagi melakukan kesalahan. "Saat kamu menggunakan sandi "on" dan
AkhirYang Menyakitkan Cerpen Karangan: Lia Warokah Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih. Lolos moderasi pada: 27 February 2021. Malam telah larut, namun suasana jalanan masih ramai. Aku yang seharusnya lelap dibalik selimut hangat, sekarang malah harus terus berjalan tanpa tujuan. Hanya bintang bintang yang selalu menemaniku dalam kesunyian malam ini.
Setiaporang pasti mengalami cinta pertama, tapi entah kapan rasa itu tumbuh. Seperti cerita cinta pertama berikut ini : Bian ini teman sekelasku di SMP. Dulu, kami tidak terlalu dekat hingga akhirnya wali kelasku menyatukan siswa-siswi dalam satu meja. Saat itu aku berkenalan dengan Bian. Bian itu dulu tak setinggi sekarang.
Tapisetelah dipikir-pikir sangat menyakitkan pastinya jika wajib pisah sekolah dengan sahabat terpaling-paling sayangnya aku. Namun kami selalu berdoa untuk satu sekolah lagi nantinya dengan tujuan SMA yang tentu sama dong. Cinta Yang Tertunda Oleh: Cerpen Cinta Pertama (361) Cerpen Cinta Romantis (1,094) Cerpen Cinta Sedih (2,490)
tg7Pf.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Semua wanita pasti memiliki sosok yang menjadi cinta pertamanya. Begitu pula si anak perempuan yang satu ini. Hidupnya selalu terbayang-bayang sosok pria yang pertama merebut hatinya. Tidak tampan, tidak kaya, dan tidak seperti pangeran dalam dongeng tontonannya. Pria ini jauh dari idamannya. Pria sederhana nan dewasa yang telah menemaninya sepanjang perjalanan kehidupan."Seorang ayah merupakan cinta pertama anak perempuannya."Ungkapan tersebut tidak asing lagi di telinga orang-orang. Sejujurnya, terdengar agak menggelikan bagi si perempuan. Namun, siapa sangka ungkapan tersebut berlaku kepada dirinya. Sosok cinta pertama yang membayang-bayangi hidupnya adalah ayah si perempuan itu. Sosok pria yang biasa dipanggil Papa oleh si anak, merupakan seorang pria sederhana. Beliau bekerja sebagai pemilik usaha kecil yang tak bernama. Memiliki hobi segudang menjadikan dirinya serba bisa. Beliau memiliki seorang istri yang tegas, anak lelaki bungsu yang kaku, dan anak perempuan sulung yang terlihat peduli-tak-peduli. Mungkin beliau sendiri saja tidak menyangka bahwa ia merupakan cinta pertama anak sulungnya yang acuh."Buah jatuh tak jauh dari pohonnya." Memiliki anak yang cuek, sifat beliau sebagai sang ayah juga tidak jauh berbeda. Beliau sekilas terlihat sebagai sosok yang acuh. Mementingkan pekerjaan dibandingkan keluarga. Namun, dibalik ekspresi kaku dan kepala batu, sang anak tahu bahwa cinta pertamanya itu sangat menyayanginya dan segenap merupakan sosok kuat yang lemah. Beliau mampu menanggung beban dan menghadapi kondisi apapun. Beliau terlihat bak pohon tua yang kokoh. Namun, bagai pohon tua pula, beliau telah terluka dan tergores berkali-kali. Bagai pohon tua, siapa sangka ranting-rantingnya lemah dan rapuh. Bagai pohon tua, beliau tetap berdiri kokoh melindungi belas tahun sudah beliau menemani si anak perempuan. Ada satu kalimat yang selalu diingat sang perempuan. Satu kalimat yang menjadi pedoman hidupnnya sejauh ini. "Mien hogiak, yaukin holang." Ungkapan yang sering beliau utarakan dalam bahasa Hokkian tersebut mengingatkan sang perempuan untuk lebih memilih menjadi orang yang baik daripada orang yang kaya akan materi. Sejujurnya, bagi sang anak, ungkapan tersebut terdengar sangat tidak realistis. Bagaimana kita akan hidup di dunia yang kejam dengan menjadi orang baik? Setiap kali ia protes terhadap prinsip hidup tersebut, beliau selalu mengatakan "Tunggu beberapa tahun lagi, kamu suatu hari akan mengerti."Ungkapan ayah sebagai cinta pertama sayangnya seperti pisau bemata dua. Orang-orang selalu menggambarkan cinta pertama sebagai sesuatu yang indah. Namun, tidak pernah menyoroti patah hati pertama yang paling menyakitkan. Sakit hati yang diperoleh dari cinta pertamanya juga pernah dialami oleh si anak. Sewajarnya manusia, dua tahun lalu, sang ayah melakukan kesalahan besar yang menjerumuskan keluarga yang ia cintai ke jurang yang suram. Kejadian tersebut mengibarkan bendara patah hati pertama sang anak. Pada momen itu pula, sosok cinta pertama yang melekat pada dirinya sirna tak kita akui, sesalah-salahnya orang yang kita cintai, pasti rasa cinta pada mereka tetap tidak hilang. Lagipula, bukannya cinta berarti menerima orang tersebut apa adanya? Meskipun kesalahan besar tersebut menghancurkan hati sang anak, label cinta pertama kepada pria tersebut tidak hilang. Cinta pertama memang hal yang aneh. Walaupun sudah putus, tetap terkenang dan membekas di sekali kutipan indah perihal cinta pertama."Cinta pertama adalah yang terindah.""Cinta pertama adalah yang paling tulus dan sadik." 1 2 Lihat Cerpen Selengkapnya
Jakarta - Cerpen atau cerita pendek adalah sebuah karya sastra yang penokohannya hanya berpusat pada satu orang serta panjang ceritanya yang hanya sedikit. Dalam penyajiannya, jumlah kata pada cerpen tidak boleh lebih dari kata atau batas panjang maksimal 20 halaman. Apa Itu Induksi Elektromagnetik? Kenali Faktor dan Contohnya Arti Produser beserta Tugas-tugasnya 7 Syarat dan Persiapan sebelum Melakukan Donor Darah Satu di antara tema yang banyak diangkat dalam kepenulisan sebuah cerpen adalah tentang cinta. Pasalnya, cerita yang dimuat di cerpen cinta dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cerpen cinta biasanya mengungkapkan perasaan, kasih sayang, dan juga penderitaan yang telah dialami. Apakah kamu ingin membaca cerpen cinta yang bakal bikin baper? Berikut ini beberapa contoh cerpen cinta yang bisa dibaca saat luang dan bakal bikin kamu baper, dikutip dari laman Tambahpinter dan Made-blog, Senin 2/1/2023.Berita video highlights laga Grup B Piala AFF 2022 antara Timnas Singapura melawan Timnas Vietnam yang berakhir dengan skor 0-0, Jumat 30/12/2022 malam hari PerpisahanTidak ada yang tidak baik dari suatu perpisahan. Tuhan pasti menitipkan makna yang belum kita sadari maksud di balik semua itu. Sama seperti kisahku dengannya, yang harus kandas tanpa alasan yang kuat. Sudah hampir satu tahun setelah dia pergi meninggalkanku di sini. Mungkin, Tuhan menyelamatkan satu di antara dari kami berdua, dari orang yang tidak baik. Meski aku yakin, dalam hal ini, tidak ada yang tidak baik di antara kami berdua mengingat dulu kami saling melengkapi satu sama lain. Bagaikan mentari yang menuntun untuk berjalan, hingga seperti hujan yang membasuh semua perih. "Sepertinya kisah kita harus berakhir sampai di sini," ujarnya malam itu. Aku terdiam bak tersambar petir, mengingat sudah berapa jauh aku melangkah ke arahnya, sudah berapa asa yang aku perjuangkan untuknya. Tapi, sekarang dia memilih untuk mengakhiri semuanya. Aku pun termenung di sudut dunia. "Mungkin saja aku sudah cukup baik, tapi belum cukup baik dalam beberapa hal untukmu," gumamku dalam hati. Beberapa bulan berlalu, aku sudah bisa membiasakan hal yang aku paksakan, tidak bersamamu. Ternyata ucapanku dulu hanya omong kosong belaka. "Aaku tidak bisa hidup tanpamu". Nyatanya, tanpamu aku baik baik saja sekarang. Jadi, salah satu hal yang selalu aku ingat hingga hari ini adalah,kKetika patah hati, berdamailah dengan diri sendiri terlebih dahulu. Kelak, setelahnya kamu akan berlapang dada melihat kenyataan yang kau jalani, meski pahit. Setahun berlalu, kembari terbesit dalam benak saat dia, menyapa kita dari kejauhan. "Hey, apa kabar?" tanya dia. "Baik" jawabku sambil tersenyum. Bagiku, seburuk buruknya masa lalu, dia adalah guru yang mengajarkan aku dengan caranya yang manis dan pahit agar seseorang yang kelak aku tahu bahwa dia adalah cinta sejatiku, bisa mendapatkan aku dalam versi yang baik. Jadi, perpisahan itu bukan sesuatu yang harus disesali justru kita harus merelakan dan yakin bahwa Tuhan punya rencana-Nya sendiri untuk membahagiakan kita, dan mungkin saja kebahagiaan tersebut bukan dengan seseorang yang telah meninggalkan kita. "Aku selalu percaya bahwa kenangan sepahit apa pun itu bukanlah untuk dilupakan, tapi untuk diingat dengan persepsi yang tidak menyakitkan". Aku saat ini yang sudah beranjak dari masa Aku Bisa Menjadi Apa punAku mungkin adalah pendengar yang baik untukmu, atau malah akulah yang terbaik? Karena aku selalu mendengarkan apa apa keluhmu dengan hati, aku mendengarnya tanpa sedikitpun menyela. Namun, seringnya aku selalu mendengarkan tanpa didengarkan. Itu bukan menjadi masalah bagiku, karena setiap di akhir cerita yang kamu sampaikan, selalu terlukis senyum manis di bibirmu. Senyuman yang menandakan bahwa sedih dan tangismu sudah terurai. Sesederhana itu bahagiaku. Aneh memang. "Gimana sudah lega setelah semuanya kamu ceritakan?" tanyaku sambil mengusap air mata yang kian mengering pipinya saat itu. Aku pun bisa menjadi penolong yang hebat untukmu, bahkan aku bisa menjadi apa pun yang kamu butuh, aku bahagia menjadi orang lain yang bahkan tidak aku suka, semua itu hanya demi memastikan bahwa bahagiamu utuh. Tak masalah untukku jika harus kehilangan diri sendiri karena setidaknya akulah satu-satunya orang yang selalu menemanimu meski seisi bumi sedang tidak bersikap baik padamu. Meski singkatnya hari, sejenak terasa lama, sebentar terasa manis. Jauh di dalam hatiku, aku ingin menuntutmu bertanggung jawab atas yang kamu lakukan selama ini. Atas pencurian hatiku yang berhraga olehmu. Namun, tuntutan yang ingin aku layangkan kepadamu itu hanya sebatas omong kosong belaka. Karena kamu sebenarnya memang tak pernah mencuri hatiku. Karena pada kenyataannya aku sendirilah yang menyerahkannya kepadamu. Sukarela, tanpa paksaan. Entah itu disebut bodoh atau memang perasaan ini yang terlalu kukuh. Pada akhirnya, semua yang telah kulakukan selama ini, bagimu hanya sebuah nyanyian tanpa suara, sebuah intonasi tanpa nada. Sebuah perjuangan yang tak kau sadari, atau bahkan sebuah pengharapan yang olehku terlampau tinggi. Kamu mengakui aku memang ada, tapi hanya sekadarnya saja. Entah sampai kapan aku akan memperjuangkanmu dalam-dalam, entah berapa purnama aku harus bertahan dalam diam. Namun, percayalah aku bukannya belum menemukan waktu yang tepat untuk menyuarakan isi hati, aku hanya belum menemukan waktu yang tepat untuk siap patah Tak Bisa DiulangPenyesalan akan selalu datang, tapi tidak bisa mengubah sesuatu yang telah terjadi. Merasa kehilangan setelah ia tiada adalah hal yang paling menyakitkan. Rifki dan dila telah menjalin hubungan hampir satu tahun, tetapi belakangan ini sikap Dila sedikit aneh, hingga akhirnya Rifki mengajak Dila untuk menonton film favoritnya dan Rifki menanyakan perihal keanehan sikapnya. "Dil, aku merasa kamu berubah, kamu gak sama kayak dulu. Apa aku berbuat salah kepadamu," tanya Rifki. "Nggak ada, Rif," jawab Dila singkat. Merasa tak memperoleh jawaban yang memuaskan, Rifki akhirnya mengajak Dila pulang. Sesampainya di rumah, Rifki ingat jika besok adalah hari pertama mereka Jadian. Rifki menyusun rencana untuk memberikan kejutan pada Dila. Rifki menghias taman dengan berbagai pernak pernik kesukaan Dila disertai dengan panorama lilin dan malam yang indah. Ketika persiapan telah selesai, Rifki menghubungi Dila, tapi Dila tidak ada respons. Dila yang sibuk dengan selingkuhannya mengabaikan panggilan Rifki. Hingga pukul 9, Dila tak kunjung datang dan akhirnya Dila mengirim pesan singkat bahwa ia tak bisa datang. Dengan perasaan kesal dan kecewa, Rifki memutuskan untuk pulang. Namun, di perjalanan Rifki bertubrukan dengan truk, yang menyebabkan ia meninggal seketika di tempat. Dila tahu kabar tersebut setelah keesokan harinya, tak pikir panjang, dila langsung mengunjungi kediaman Rifki. Ia melihat kekasihnya terbujur kaku seakan ia tak percaya. Kemudian ibu Rifki memeluk Dila sambil memberikan handphone Rifki padanya. Dila membukanya dan melihat video yang menunjukkan keadaan di mana Rifki mempersiapkan kejutan untuknya. Dila langsung nangis sejadi-jadinya hingga tak sadarkan diri, ia merasa bersalah telaah mengabaikan orang yang sangat mencintainya. Sejak kejadian itu, Dila menjadi wanita pendiam dan ia jarang sekali berbicara. Sumber Tambahpinter, Made-blog Dapatkan artikel contoh dari berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.
Cerpen Karangan Sarah AuliaKategori Cerpen Comar Pertama, Cerpen Mulai dewasa Lolos moderasi pada 13 October 2022 Namaku Ulfa, aku lahir di Jakarta, 19 Oktober 1997 aku yaitu momongan istimewa dari keluarga yang memiliki usaha dibidang properti yang cukup besar di Indonesia. Kedua orangtuaku mutakadim berpisah sejak aku berumur 10 tahun, sejak saat itu aku tinggal bersama dengan bundaku meski aku lalu bersama dengan bunda hanya aku masih bisa dan masih pelalah bersua dengan ayah. Momen itu aku sempat merasa bahwa kehidupan tak koneksi adil padaku karena aku tak pernah bahagia, tak pernah aku rasakan karunia sayang yang utuhnya semenjak kedua orangtuaku aku pernah mengomong pada mereka âAku ini anak kalian mengapa kalian lain pernah cak semau wantu untukku, tapi entah mengapa sekejap-sekejap aku murka aku tidak kuasa berujar seperti itu pada mereka kelihatannya karena mereka adalah orangtua yang telah merawat dan membesarkan aku. Perian berlalu begitu cepat lain terasa waktu begitu cepat bepergian aku mulai beranjak dewasa. Waktu ini hariku mulai bercat karena kini aku mengenal seseorang yang dapat membuatku mesem dan tertawa detik bersama dia. Dia bernama Muhammad Barap, entah cak kenapa saat bersama dengannya aku merasa nyaman aku juga merasa bahagia bersama dengannya setiap kali bersama dengannya aku selalu merasa tak sangkut-paut ada masalah selama ini. Sungguhpun kenyataannya masalah di hidupku terlampau banyak dan itu membuatku tidak wasilah bahagia, doang semejak mengenal dia aku merasa sira dapat menjadi tempatku bersandar aku senggang bertemu dengannya di ujana sekolah pertemuan yang tidak disengaja, namun pertemuan itulah yang menjadi mulanya kisahku dengan dirinya. Saat itu musim dimana seleruh siswa di sekolahku diharuskan bersama dengan temannya doang aku yang memang jarang n kepunyaan teman merasa mencacau aku harus bagaimana, dan disaat kegelisahan itu cak bertengger embung dengan tanpa ragu menggenggam tanganku sambil berkata âUlfa ayo kita datang bersama ke sekolahâ ucap sulung padaku. Dan saat itu kami datang bersama ke programa sekolah intern rangka ulang hari sekolah kami. Saat itu semua alat penglihatan terpaku padaku dan sulung banyak khalayak orang yang memandang tak berketentuan, seakan baru hanya melihat keadaan aneh. Aku yang berjalan di sebelah sulung hanya boleh bepergian canggung dan tidak boleh berkutik karena aku tau bahwa banyak siswi yang tak suka melihatku berjalan bersama dengan sulung apalagi ketika itu sulung menggandeng tanganku dan berjalan beriringan dengan diriku, aku nan berjalan bersamanya hanya dapat merunduk malu karena aku tau bahwa oponen temanku tak mengesir hal itu bahkan sulung yang dahulu nampan saat itu menciptakan menjadikan para siswi tidak tak henti hentinya memandang dirinya dan aku yang mengaram hal itu namun bisa merunduk malu karena aku merasa bukan pantas ada di dekatnya, sulung yang juga anak tunggal bermula batih konglomerat nan lewat kaya di Indonesia memiliki daya tarik yang luar sahih berkarisma kepada kehidupan pergaulannya. Lain dengan diriku nan lebih menutup diri dari kebanyakan teman temanku di sekolah dan aku yang lebih tertarik dengan duniaku sendiri, biarpun begitu sulung yang naik daun dan menjadi idola di kalangan murid murid di sekolahku terutama para siswi yang terus saja mengejar wayan ke manapun dia menjauhi mereka pasti akan selalu mengikutinya. Seiring berjalannya hari aku dan wayan semakin dekat dan kami semakin sering bersama, aku nan saat itu belum ikatan roboh cinta kepada laki junjungan manapun seperti merasakan sesuatu nan aneh di diriku hatiku seperti bergetar hebat setiap kali bersama dengan dia setiap kali anda menggenggam tanganku, aku sama dengan ingin gagap ke angkasa setiap kali dia menatap mataku hatiku menjadi mulai sejak bunga. Sebagaimana saat itu kami yang sedang berada di taman sekolah membahas pelajaran bersama tak sengaja berbenturan pandang tatapan yang beliau berikan padaku punya arti tersendiri saat kami sama sama terdiam dengan manah kami masing masing dengan sengaja anda mencubit pipiku yang memang sedikit gembil aku yang kesakitan karena pipiku dicubit olehnya hanya bisa berbicara âIh barap sakit tau kamu iseng sekaliâ ucaku cak sambil cemberut dan menekuk wajahku dan dengan minus rasa bersalah dia hanya berkata âAbis kau tembem sih dasar ulfa gembilâ ucapnya enteng tanpa beban. Aku masih belaka menekuk wajahku sebal karena engkau tak meminta maaf padaku, melihatku yang masih sahaja cemberut menekuk wajahku dia bertutur âMaafkan aku ya tembam aku janji tidak akan mencubit pipimu lagi, ayolah mesem lagi ya ulfa jangan cemberut demikian ini kamu akan terlihat lebih elok jika wajah cantikmu itu kau pasrah cacat saja senyum manis nan tulus ayolah kumohonâ ujar sulung padaku. Mendengar kata perkenalan awal sulung tadi aku mulai tersenyum tak hanya senyum aku lebih-lebih tertawa selepas melihat wajahnya nan memohon itu sangat gecul wajah baki sulung jadi terlihat lucu selepas sira memohon padaku bakal tersenyum, âBaiklah aku akan tersenyum asalkan kamu berikrar padaku jangan mencubit pipiku punâ ucapku padanya âBaiklah tembem aku berjanji padamu tembemâ ucapnya padaku. âSegala apa gembil kau ini dasar item menyebalkanâ teriakku di depan wajahnya dan kamu hanya tertawa âHaha item item kereta api tau kendati item banyak yang ngantriâ ucapnya sambil tertawa. Melihat itu aku merasa bahagia oh tuhan apakah ini? Kok hatiku selalu bahagia dan nyaman saat bersama dengannya, apakah aku ambruk cinta padanya? Pada sulung yang baru menjadi sahabat baikku, benarkah ini haruskah aku menjarang darinya agar tak cak semau problem dikemudian hari. Atau haruskah aku mengatakan padanya bahwa aku menyayangi dirinya? Tapi akankah beliau akan menerima diriku atau terlebih sebaliknya?. Periode hariku saat ini berubah aku kini mulai belajar bakal merenggang darinya karena aku takut kecewa padanya, namun meskipun aku menjauh darinya tetap saja ia yang selalu mendekatiku sebagaimana semalam saat medium di sekolah aku memintal untuk loyal congah di dalam kelas karena aku senggang beliau pasti sedang mampu di taman panggung kami dulu absah bersama, dan benar saat aku madya berada di kerumahtanggaan kelas ada temanku yang menegurku sekali lalu berbicara âUlfa kau bukan ke taman?â tanya temanku linda âAh tak tali tap aku lagi tak ingin ke taman, memangnya kenapa?â tanyaku kepadanya âItu si wayan dia sedang menunggumu ditaman di panggung protokoler kalian sparing bersamaâ tutur linda âOh⌠Ya mengapa dia ada di sana?â tanyaku âEntahlah mana tahu dia sedang menunggumu di sanaâ jawab linda. Oh almalik apa iya embung menungguku di tempat normal kami berlatih? Tapi mengapa dia menungguku? Kulirik arloji yang ada di tanganku saat ini sudah lalu pukul sore selincam juga bel masuk tuntunan terakhir mengapa engkau masih menungguku, biasanya jam segini seharusnya dia sudah gemuk di dalam kelas mengapa anda masih menungguku? Aduh aku merasa tidak enak padanya bagaimana ini apa yang harus aku untuk ya? Tring⌠Oh handphoneku berdering oh wanti-wanti turut rupanya, tapi pecah bisa jadi ya? Dengan sigap kubuka wanti-wanti sumir yang ada di handphoneku itu dari barap? Ya tuhan ternyata engkau yang mengirim wanti-wanti padaku From Sulung âUlfa kamu di mana? Aku sudah menggumu sejak tadiâ isi wanti-wanti darinya, bagaimana ini segala yang harus aku buat? Baiklah lebih baik aku menemuinya saja daripada belakang hari aku jadi tidak enak padanya kesudahannya kuputuskan lakukan menemui sulung yang semenjana berada di taman sekolah. Dan ketika aku berdapat beliau di taman sekolah kulihat dia sepertinya kamu sudah lama menungguku kuhampiri dia yang sedang duduk di bangku taman tempat kami stereotip berlajar dan saat aku menghampirinya aku merasa tinggal bersalah padanya karena aku membuatnya menunggu sebatas jam segini kulirik arlojiku sekarang pukul petang entah mutakadim berapa lama dia menungguku dan ketika aku mewah di dekat balai-balai ujana yang sedang anda tempati aku berdeham âEmbung⌠Apa ia sudah lama di sini?â tanyaku padanya tidak ada jawaban pecah mulutnya namun, seketika kamu beranjak mulai sejak duduknya dan langsung memelukku dengan erat aku terdiam seketika. Tak kusangka dia akan memelukku begini dan ternyata kejutan darinya belum usai. âKamu menangisâ âSulungku menangisâ suka-suka apa ini tuhan mengapa beliau menangis? Segala nan mutakadim terjadi padanya? Dengan sewaktu aku membalas pelukkan darinya dan berbisik di telinganya âMengapa kau menangis? Apa yang terjadi padamu? Apa kau baik baik saja?â tanyaku berbisik tepat ditelinganya. Dan bukan menjawab semua pertanyaanku engkau justru terus saja menangis hingga alhasil aku memintanya untuk duduk kembali di amben taman tempatnya menungguku, tanpa melepas pelukannya padaku dia menatap mataku dan di kerumahtanggaan kedua bola matanya kulihat ada rasa takut dan kecut hati dan aku tau tatapan itu karuan ditujukan padaku. Sekejap aku terdiam karena hatiku seperti mana teriris maka itu tatapannya, ketika itu kugenggam tangannya dengan optimistis dan kumulai perundingan âBarap kau belum menjawab pertanyaankuâ ucapku padanya âUlfa mengapa kau menjarang dariku? Segala kau murka padaku?â ucapnya padaku aku hanya menggeleng. âLewat kenapa? Kenapa kau menjauh dariku apa berbuat salah padamu?â tanya sulung padaku, âBukan kau tidak berbuat itu sesungguhnya aku menjarang darimu bukan karena aku membenci dirimu sulung seandainya kau tau apa alasanku dia pasti menjauh darikuâ ucapku padanya dengan indra penglihatan ki mawas kaca, dan entah apa yang terjadi padanya kamu refleks memelukku dan bertutur âKumohon ulfa jangan menangis katakan semata-mata aku bukan akan meninggalkanmu aku berjanjiâ ucapnya padaku kesudahannya aku mengatakan apa yang kurasakan. âSulung jujur aku tercantol padamu, tapi aku takut jika engkau akan pergi meninggalkankuâ ucapku dengan meyakinkan padanya. Ternyata dia justru berkata padaku dia pun mencintaiku apalagi sejak mula-mula kami ganti mengenal. Aku terkejut mendengar jawabannya barusan setakat aku memeluknya dengan kencang hingga dia enggak boleh bergerak dan dia berkata padaku âIya tembem aku adv pernah kamu bahagia tapi apa kau tidak bisa lebih halus sedikit denganku hah tembemâ ucapnya padaku. Waktu ajal setelah pernyataan cintanya padaku aku berpikir jika kami empat mata mutakadim menjadi sejodoh puspa hati hanya ternyata aku keseleo, aku yang terlampau menyayanginya malar-malar mujur butir-butir yang membuatku kaget mendengarnya, amanat nan mengatakan sekiranya wayan berpacaran dengan anisa tara sekolahku lagi semata-mata saja aku barap dan anisa berbeda jurusan jika aku dan barap adalah anak jurusan IPA anisa ialah pesuluh jurusan IPS. Sejujurnya aku tawar hati mendengar berita itu dan aku masih berharap seandainya berita itu sahaja berita bohong yang dikarang oleh seluruh n antipoda lawan sekolahku mudahmudahan aku dan sulung menjadi jauh dan tidak terlalu cangap bersama. Saja ternyata dugaanku pelecok ternyata pemberitaan yang aku tangkap suara dari saingan temanku itu bermartabat memang sopan sekiranya wayan dan anisa berpacaran saat itu bau kencur aku tau jika ternyata anisa lah yang meminta sulung untuk menjadi kekasihnya dan yang membuatku kecewa dan sakit hati adalah sulung mengakui keinginan dan petisi anisa minus memikirkan perasaanku terlebih dahulu tuhan adilkah ini? Mengapa seperti ini disaat aku sudah lalu beriman jika dia mencitaiku juga kok malar-malar dia yang merusak kepercayaanku kepadanya dan itu membuatku merasa pengecut dan gempa bumi hati, sepulang sekolah aku duduk di taman sekolah. Masa ini kenangan manis itu berubah menjadi kosong seolah tak pernah terjadi hal sani itu di intern hidupku dan hidupnya karena pada kenyataanya sulung kini berubah. Dia bukan pula wayan yang kukenal bukan sulung nan dulu memeluku bukan wayan yang menangis karena tak bertemu denganku, dan dia bukanlah wayan yang buatku terikat tuhan aku kecewa mengapa disaat seperti mana ini disaat seharusnya aku bahagia bersamanya dia justru menghindari meninggalkanku dan memilih bersama anisa sonder perduli bagaimana persaanku. Apalagi dia tak sangkutan bertanya apakah aku mengetahaui mengenai hubungannya dengan anisa atau bukan, betapa aku kecewa atas sikapnya padaku nan seolah tak cak semau nan membuat hatiku terluka. Bahkan anda seolah tak peduli dengan perasaan dan keadaan hatiku hati yang dulu pernah bercita-cita punya hatinya sekarang jangankan bertanya memandang langsung diriku saja dia seolah lain sudi lagi memandang mataku dia tidak mau sampai-sampai sekedar bertanya bagaimana perasaanku waktu ini dia tak melakukannya. Tuhanku mengapa aku harus merasakan ini semua aku mencintainya dengan kudus aku menerimanya apa adanya aku enggak pernah memaksudkan dirinya menjadi sosok lain aku cuma mohon padanya untuk membuatku bahagia kendatipun sekedar tersenyum, belaka jika saja dia melakukannya dengan safi sungguh aku bahagia. To Sulung âHai embung segala takrif? Aku tangkap suara ia berpacaran dengan anisa benarkah itu? Cak kenapa beliau tak perikatan cerita denganku?â tuturku kepadanya melangkaui pesan singkat. Tring To Ulfa âMaafkan aku ulfa aku tak memberitahu padamu yang sebenarnya, memang benar aku sekarang berpacaran dengan anisa tapi itu semua keinginannya bukan keinginanku. Kabarku baik bisakah kita berbenturan sepulang sekolah di yojana biasa?â balasan mulai sejak sulung di handphone tadi membuatku sakit, tapi aku mengepas mesem meski aku mesem kecut seusai mendaras pesan itu sekaligus namun aku letakan handphoneku di atas meja. Sepulang sekolah aku pula berjalan ke taman sekolahku dengan langkah loyo aku menuju tempat biasa aku duduk di taman itu tempat yang nyaman. Hingga di sana aku mengintai embung sedang duduk di dipan yang aku tuju aku tetap berjalan hingga momen aku sampai di bangku itu kulihat wayan duduk dengan memandang ke depan doang tatapan matanya kelihatan keruh sebagai halnya ia medium banyak problem melihatku dia sekalian membuka pembicaraan âUlfa kau nomplok aku pikir kau bukan akan menclok karena kau marah padakuâ ucapnya padaku, âIya aku datang saja aku nomplok enggak lakukan bertemu denganmu aku nomplok bakal mengenang kenangan manis bersama orang yang kucintaiâ jawabku. Wajah sulung seperti kagat mungkin karena aku mengomong seperti itu dan sulung akhirnya berkata âMaafkan aku tapi betapa aku memang mencintaimu dengan setulus hatiku dan soal anisa aku terpaksaâ tutur barap, âBenarkah itu jadi bagaimana waktu ini denganku? Dengan hatiku?â tanyaku akhirnya dia berujar âJika kau cak hendak menunggu aku pasti akan kembali padamuâ ucapnya, âBaiklah tapi jujur aku kecewa padamuâ ucapku padanya. Cerpen Tulisan Sarah Aulia Facebook Sarah Aulia Sarah Aulia lahir di Jakarta 17 April 1999, siswi di SMK Muhammadiyah 15 Jakarta. Siswi kelas XII Multimedia ini memiliki hobi dan minat internal sastra dan kesenian terutama seni musik, bertekad menjadi carik, penyanyi, dan ahli n domestik bidang IT dan Multimedia. Mempunyai moto umur â Sahabat dan anak bini yaitu pengobar,. Email sarahaulia14045[-at-] Facebook Sarah Aulia Nomor HP 085811252658 Cerpen Cinta Purwa Yang Menyakitkan merupakan cerita ringkas karangan Sarah Aulia, dia dapat mengunjungi pekarangan eksklusif penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. âDia demen cerpen ini?, Share donk ke temanmu!â Share ke Facebook Twitter WhatsApp â Baca Lagi Cerpen Lainnya! â Pejuang Semenjak Pinggul Oleh Muja_Aulia Malam sedang terang disinari cahaya bulan purnama. Disertai sinaran tanda jasa yang ingin menunjukkan keindahannya. Namun, di balik keindahan itu tersembunyi keangkuhan. Persis sebagaimana sebagian makhluk. Di sebuah rumah yang Pelita Hati yang Kerontang Makanya Khoirur Rozikin 3 Desember di bumi Jatisari Awan hitam menyelimuti pagi itu. matahari seakan enggan menunjukkan kegantengan semarak putihnya. Nyanyian istiqomah pelir pipit tak juga terdengar di seantero telinga manusia, seakan Hancurnya Persahabatanku Karena Cinta Oleh Ikke Binar Vita Sari Polos ialah riuk suatu siswi di kelas Busana 2 di SMK paling kecil populer seSurabaya, anda memiliki seorang sahabat dekat bernama Putri. Mereka sudah seperti perangko dan amplop yang lengket Forgive Berpenyakitan Oleh Dini Kartika Aku masih tersenyum memandangi indah dandan bunga mawar saat bel tanda masuk berbunyi. Yah, buyar deh kegantengan pagi ini. Ditambah lagi kehadiran koteng Alfi di kelas bawah, anak gusuran berpokok Still Have Them Oleh Tricia Ofelia Wijaya Gelegar hujan membangunkan Lucy dari tidur yang setengahnya mimpi buruk. Upik itu mengerjap-ngerjapkan matanya cak bagi mengusir kantuk, dahulu melirik penanggalan nan diletakkan di atas kenap di jihat tempat tidurnya. âHai!, Apa Beliau Suka Bikin Cerpen Juga?â âKalau iya⌠jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui pelataran yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu katib cerpen dari seluruh Indonesia telah turut menghidupkan loh, bagaimana dengan kamu?â
Cinta pertama yang tidak berjodoh dengan kita adalah kisah cinta yang sangat menyedihkan dan menyakitkan hati karena disaat bertemu cinta pertama merupakan awal mengenal akan indahnya cinta namun tak bisa inilah yang membuat kekuatan cinta pertama melekat dalam hati dan sulit dilupakan karena kesannya tentau berbeda dengan cinta kisah cinta yang pertama dalam cerita pendek tentang cinta pertama yang tidak berjodoh, selengkapnya disimak saja berikut CINTA PERTAMA Autor si Perempuan TegarSaat itu aku yang masih duduk di semester awal perkuliahan, sangat antusias dengan segala hal baru sebagai mahasiswa. Tidak pernah terpikir bahwa aku anak seorang penjahit bisa berkuliah, begitu juga dengan ketiga kakak begitu pemurah, kami yang terlahir dari keluarga sederhana, dimana makan paling mewah adalah nasi goreng dengan membawa nasi sendiri..yaa bang tono si penjual nasi goreng keliling yg menjadi langganan kami, dengan baik hati mau memasakkan nasi untuk kami sekeluarga, jadilah kami membayar lebih murah hanya untuk bumbu dan berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Jarak rumah dan kampus tidak terlalu jauh, hanya 15 menit menggunakan motor. Lisa sahabatku sejak masa ospek yang selalu setia mengantar jemputku karena rumah kami searah."Ka, ta susul yo sesuk isuk.. ojo mbulet ae. Jam kuliah e pak Pono iso di dorr awak dewe nek telat""iyo..iyo, lis.. aku wes siap pupuran ayu jam 7 nang gang menyambut awakmu"Siang itu percakapanku dengan lisa tentang jadwal besok, maklum dulu belum ada WhatsApp jadi harus mengikuti kuliah pak Pono lebih horor daripada nonton film Pengabdi Setan, badan pegal-pegal, mata merah dan berair karena terpaksa harus terbuka maksimal saat perkulihan semacam punya mata berpuluh-puluh pasang dan tau betul siapa yang tidak memperhatikan kuliahnya. Hasilnya aku dan lisa pun setengah mati butuh hiburan." Ka, aku luwe.. ayo tuku mangan, eh tp duik e wes menipis gawe bensin""Duh lis, sori yo.. ak yo gak ono nek mangan. Tuku es cao ae yo ta bayari"Lalu lisa berinisiatif menelepon seseorang menggunakan handphone nya."Telepon sopo lis, kok rahasia ngunu""Wes ka, ojo kuatir.. awak dewe iso mangan awan ga atek mbayar.. hahaha""Lho maksud e?""Ka, ta critani yo.. aku iki duwe dulur, dari ibuku.. gak tau ketemu blass ket aku cilik, trus wingi ketemu nang acara keluarga, aku panggil dia om Hari, orangnya asik dan kita memang janji ketemu kalo ada waktu.. wes pas saiki wetengku pingin ketemu. Awakmu melok ae wes ga usah ngomong opo-opo, sing penting oleh mangan gratis nang Delta Cafe""Jadi kita ketemuan sama om mu iku? Trus suruh mbayari awak dewe ngunu a? Aku kok isin lis dadi koncomu""Westa ga usah gaya, melok ae. Ayo budal nang Delta Cafe"Selang berapa lama, kami pun tiba di Delta Cafe, dan tidak lama setelah duduk datang seorang pria, menggunakan polo shirt putih dan celana jeans. Rapi, wangi dan postur tubuh yang proporsional, sepersekian detik aku hanya bisa bengong menatap, lisa menyenggol lenganku dan baru aku sadari lelaki didepanku telah mengulurkan tangannya ke arahku."Hallo, ini pasti dek Ika ya temannya Lisa. Aku om Hari""Oh iya mas, eh om.. saya Ika""Ah gak apa panggil mas aja ya, dasar nih si lisa yang bikin pasaran turun. Masa aku dipanggilnya om, paklik ya harusnya.. hahahha"Kami pun ikut tertawa harinya, Lisa menjemputku lebih awal dari jam janjian kami, hasilnya akupun tergopoh-gopoh agar dia tidak terlalu lama menungguku selesai bersiap."Ono opo lis kok isuk temen, sek yo sedilut""Ayo ka, ndang cepetan.. ntar ta critain di kampus"Sesampainya dikampus, seperti biasa kami nongkrong di DPR Dibawah Pohon Rindang sebutan kami untuk tempat berpusatnya mahasiswa mahasiswi menunggu jam kuliah dan dosen datang. Tempat paling sejuk di kampus karena meja kursi berada tepat dibawah pohon-pohon besar yang rindang."Ka, om Hari minta nomor teleponmu, ta kasihkan yo. Trus nanti siang dia mau ngajak kita nonton, ayo wes mbolos ae lo, ayo nonton bioskop ae, Ka""Iki opo seh, yo kalo mau telepon ya kasih aja toh, nek mbolos wegah. Duso aku nang bapak ibu""Halahhh.. "Jadilah hari itu kita bertiga hanya makan siang lalu dirumah mas Hari meneleponku."Dek, sudah sampai rumah?""Oh iya mas, baru sampai, ada apa ya?""Nggak apa, barusan sebentar udah kangen sama suaramu""Ah bisa aja" jawabku sambil tersipu."Besok kuliah libur kan? Boleh aku main ke rumah?""Ummm.. tapi mas aku lagi nggak dirumah, aku harus nemenin mbak Dita karena suaminya dinas ke Pekanbaru. Jadi aku tinggal dirumah mbak Dita sekarang""Yaudah gak apa, boleh kan aku datang kerumah mbak Dita supaya bisa kenal""Iya" akupun lalu memberitahukan alamat rumah mbak Dita tanpa penjelasan lain. Mas Hari pun mencatat alamat tanpa banyak akupun tidak lagi memikirkan mas Hari, karena sibuk bermain dengan keponakan lucuku, anak mbak Dita adalah cucu pertama dari Bapak dan Ibu sehingga kami semua sangat pun juga tidak yakin mas Hari bisa menemukan alamat rumah mbak Dita yang harus masuk-masuk gang kecil perkampungan. Dan seharian aku tidak menerima sms atau telepon dari mas Hari, aku pikir mungkin dia menyerah. Ya ada yang membunyikan bel, akupun berdiri dan membuka Hari datang dengan senyum lega dia telah 2 jam berputar-putar mencari alamat, ah untung saja bukan alamat palsu ayu ting ting yang dicarinya,,Dari pertemuan itu aku tahu bahwa mas Hari masih saudara jauh Lisa, dan dia adalah anak sulung dari 2 bersaudara, adiknya perempuan bernama Latifah, masih kelas SMA. Bapaknya seorang satpam perumahan dan ibunya berjualan Hari adalah lulusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan saat ini sedang bekerja di perusahaan yang memproduksi pesawat televisi merk Nasional, dia hanya beda 4 tahun dariku. Pantas saja pembicaraan kami masih pertemuan itu komunikasi kami makin intens, dan diapun mengajak jalan minggu kemudian aku bersiap untuk pergi nonton bioskop dengan mas Hari. Karena ini adalah first date yang ak mimpikan sejak lama maka ak memakai baju dan sepatu terbaikku. Ya selama ini aku memang belum pernah pacaran, itu semua kulakukan agar aku fokus hanya pada sekolah berarti aku menutup diri dan tidak memiliki teman, aku aktif berorganisasi saat SMA dan cukup berprestasi di bidang kesenian, karakterku yang ceria membuatku memiliki banyak teman terutama ya, kembali lagi ke mas Hari dan aku. Siang itu aku meminjam sepatu heels mbak Dita karena aku hanya punya sneakers saja untuk Hari tersenyum melihatku dengan dandanan berbeda saat bertemu sebelum-sebelumnya, kami pun jalan. Setelah nonton kami lebih memilih makan di warung cak ri, warung kaki lima dengan menu bakmie dan nasi goreng jalan tiba-tiba mas hari menghentikan motornya dan berhenti dipinggir, aku ditinggalnya sebentar diatas motor, kulihat dia berlari kecil ke arah warung rokok. Aku sempat heran karena aku tau dia tidak Hari kembali dengan membawa plester di tangannya, dia memerintahku utk duduk kembali diatas motor lalu tiba-tiba dia berlutut dan membuka sepatu heels ku, membalut jari kelingking kakiku yang lecet karena sungguh takjub dengan sikapnya, apakah artinya dia memperhatikan bahwa jalanku sudah mulai terseok-seok menahan sakit, apakah karena itu dia memilih makan di warung pinggir jalan supaya ak bisa leluasa melepas sepatu agar tidak sakit. Seketika hatiku bergetar, inikah sosok yang tepat.. apakah secepat ini datangnya itu kami memutuskan berpacaran, hampir 2 tahun ak menjalin hubungan dengan mas Hari, setahun hubungan kami lakukan LDR karena ternyata mas Hari masuk seleksi TNI AD dengan jalur Perwira ditugaskan ke Papua yang saat itu masih belum kondusif karena ada isu kerusuhan dan perang saudara disana. Komunikasi kami tetap terjaga baik. Sampai suatu ketika ia menghilang tidak ada kabar 2 bulan lamanya dia tidak menelepon memberi kabar dan tidak juga bisa di hubungi. Akupun sudah mulai gusar, dan selama kami berpacaran aku baru menyadari bahwa belum pernah sekalipun aku datang ke sekarang akupun tidak tau harus bertanya pada siapa. Lisa pun memberitahuku bahwa keluarganya juga tidak mengetahui keberadaan mas Hari ada tahun berlalu, akupun mulai sibuk mengerjakan tugas dan skripsi, namun tidak seharipun aku tidak memikirkan mas Hari, dimana dia, apakah sehat, kenapa tidak memberi kabar, biasanya toh jika dia ada misi dan harus masuk hutan dia pasti pamit. Dimana orang yang 2 tahun sudah mengisi hilangnya. Berkali-kali lisa mengucapkan kata maaf karena tidak bisa membantu hingga karena masalah itu hubunganku dengan Lisa sudah tidak seakrab dulu lagi. Lisa selalu berusaha memberi jarak antara kami. Akupun tidak lagi berangkat dan pulang bersamanya. Terlebih sudah ada Vicky, kekasih Lisa yang juga kakak seniorku di Club kubuka halaman Facebook lalu ku ketik nama mas Hari, ah akupun baru sadar selama ini aku juga belum pernah tau sosmed dia, dulu dunia sosmed belum berkembang hebat seperti beberapa nama persis muncul tp entah kenapa aku tergelitik klik di satu foto profil. Terbukalah semua.. disana ada foto mas Hari dan seorang perempuan duduk di pelaminan, dengan prosesi pedang pora sebagai simbol penghormatan di gagah betul ia di foto itu, bersanding dengan perempuan lain. Foto itu telah diunggah 1 tahun lalu, dan unggahan terbaru adalah foto bayi laki-laki dengan nama yang Tuhan, karena ini kah..Apakah ini semua jawaban atas pertanyaanku selama ini..Dia mengkhianatiku dengan menikahi wanita lain, yang tidak lain adalah anak dari selama 1 tahun hidupku dalam ketidakpastian, ia sedang berbahagia dengan keluarga hanya bisa mengucapkan selamat dan sedikit untaian doa lewat pesan, semoga berbahagia selalu. Terima kasih mengajarkanku tentang rasa sakit yang teramat bertahun-tahun lamanya aku masih berusaha menyembuhkan luka batin yang mungkin hingga saat ini masih tetap ada. Fase- fase baru aku jalani untuk memperbaiki maksudnya Tuhan akan mengirimkan orang yang tidak tepat untuk kita lebih bersyukur saat menemukan orang yang tepat.
cerpen cinta pertama yang menyakitkan